You are currently browsing the category archive for the 'peristiwa' category.

Saya merasa sedih dan capek sekali hari ini. Ungkapan jujur saya mungkin akan menyebabkan saya kehilangan teman hari ini.

Saya melihat betapa banyak orang berpura-pura, menunjukkan seolah-olah menjadi pasangan yang paling berbahagia seluruh dunia, tapi saya tahu salah satu dari mereka, atau malah mereka berdua, saling berkhianat satu sama lain. Saya tahu semua cerita di balik topeng kesetiaan yang mereka pertunjukkan ke orang-orang. I know it’s none of my business, anyway. Tapi melihat semua itu terasa begitu memuakkan dan menyakitkan.

Ungkapan jujur saya yang mempertanyakan hal itu ke salah satu teman yang saya pikir bisa terbuka menerima pendapat saya, malah membangkitkan kemarahannya. Dan dia memutuskan kita untuk berpisah dan tak mencampuri urusan masing-masing.

Memang salah saya. Saya terlalu mencampuri urusan orang lain, dalam hal ini teman saya. Nyatanya walaupun teman, dia tetap orang lain yang punya masalah sendiri dan pendapat sendiri, dan tidak senang urusannya dicampuri orang lain.

Nasi sudah jadi bubur, walaupun saya sudah meminta maaf. Saya tidak mau kehilangan dia. Dia berarti buat saya, satu teman adalah segalanya buat saya. Don’t know what to do..

 

Saya tahu saya tidak bisa berbuat banyak melihat kenyataan ini. Saya tidak bisa membantu apa-apa. Saya marah, benci, dan sedih melihat kenyataan anak-anak balita berkeliaran di lampu merah jalanan pada jam-jam yang seharusnya mereka sudah berada di dalam rumah yang aman, nyaman, dan damai, atau di atas peraduan yang hangat dan menenangkan, atau dalam dekapan ayah dan ibu yang menyayangi dan melindungi lahir batin.

Saya tidak kuat melihat anak-anak yang berwajah polos walau dengan cemong hitam di sana-sini, dengan baju kotor memainkan alat musik sekedarnya atau hanya bertepuk tangan tanpa irama dan nada yang jelas, meminta uang dari para pengendara mobil atau motor. Saya mengkhawatirkan keselamatan mereka karena tubuh mereka yang begitu mungil dan rentan berada di antara sela-sela mobil dan motor yang berhenti di perempatan lampu merah, sementara kecelakaan, kejahatan, dan ketidakamanan mengintai mereka dimana-mana.

Read the rest of this entry »

Kemarin saya hadir dalam acara intern kelas anak-anak saya, yaitu Tumpeng Festival 2008-2009. Acara ini diselenggarakan tiap tahun untuk kelas 4-5 dalam rangka memperingati Hari Kemerdekaan 17 Agustus. Anak-anak dalam satu kelas yang dibagi dalam 4 kelompok (5-6 anak), diharuskan menghias tumpeng yang bahan-bahannya dibawa dari rumah. Total ada 24 kelompok dari 7 kelas yang ikut serta dalam acara Tumpeng Festival ini.

Setiap anak mendapat daftar barang-barang apa yang harus dibawa, misalnya membawa nasi kuning, ayam goreng, urap, lap, piring, sendok, softdrink, kerupuk, dll sampai garnish seperti ketimun, daun selada, cabe hiasan, tomat, dll. Nibras kebagian tugas membawa ikan asin goreng, cetakan tumpeng, perkedel, dan cabe hias. Sementara Ammar harus membawa dadar telur iris, ikan asin goreng, dan bawang goreng. Dibantu si mbak di rumah, saya menyiapkan keperluan yang mereka harus bawa, termasuk memberi bonus tomat hias yang saya buat khusus. Ini gambarnya..

bunga dari tomat

bunga dari tomat

Read the rest of this entry »