You are currently browsing the category archive for the 'kebahagiaan' category.
Banyak situs-situs pertemanan di internet. Dari sekian banyak, saya memilih Friendster, Facebook, dan Tagged sebagai tempat saya menjalin hubungan dengan teman-teman saya. Awalnya saya mengikuti Friendster karena teman-teman kantor saya banyak menjadi anggota didalamnya. Selanjutnya saya ’sign in‘ dalam Facebook. Di situs ini, selain bertemu kembali dengan teman-teman eks-kantor, saya juga berhasil menemukan kembali teman SD yang sudah sekian lama berpisah. Terakhir, baru-baru ini saya menjadi anggota pertemanan Tagged karena undangan seorang teman, dan ternyata responsnya luar biasa (maksudnya banyak yang tertarik ingin berteman dengan saya, hehehehe…).
Saya sih senang-senang aja mengikuti situs-situs ini dan tidak mau terlalu serius menghadapinya walaupun saya kerap menerima pesan-pesan ‘ajaib’. Saya sudah cukup senang bisa menambah teman, walaupun hanya teman virtual yang saya tak kenal secara fisik.
Kedua anak saya senang sekali makan sushi. Awalnya saya hanya sekedar iseng mengajak mereka makan di SushiGroove di Pondok Indah Mall. Eh….ternyata mereka ketagihan. Pintarnya mereka mempunyai keinginan ekstra untuk ‘mengexplore’ restoran-restoran sushi di mal-mal. Tinggal saya yang kelabakan, mengingat makan di restoran sushi lumayan menguras kantong. Untungnya mereka sudah cukup besar untuk mengerti bahwa mereka tidak bisa setiap saat makan sushi, selain karena harganya yang tak murah juga supaya mereka tidak cepat bosan.
Saya bisa dibilang bukan orang yang spontan. Saya cenderung untuk selalu melakukan sesuatu berdasarkan rencana. Misalnya saya harus pergi ke bank, saya harus memasak menu A atau B, atau makan di luar, paling tidak saya harus merencanakan satu hari sebelumnya, atau pada pagi harinya bila sesuatu itu harus dilakukan pada malam harinya. Bahkan untuk sekedar window shopping di mall, saya terbiasa untuk merencanakan satu hari sebelumnya.
Apalagi untuk urusan ke luar kota, apakah itu urusan kerjaan (dulu) atau sekedar jalan-jalan bersama Abah dan anak-anak, pasti selalu berdasarkan rencana yang disusun jauh-jauh hari atau bebeberapa hari sebelumnya.
Nah, ternyata kali ini saya bisa juga melakukan sesuatu di luar rencana. Berawal dari hari Jum’at yang lalu, saat saya menyadari bahwa saya hanya sendirian di rumah karena anak-anak mengikuti program 3 R (Ramadhan, Retreat, Recollection Program – semacam pesantren kilat) di sekolah dan Abah meeting dengan Pertamina Cirebon dan tidak bisa balik pada hari yang sama dan memilih menginap semalam di Cirebon karena tidak mau terjepit di tengah macet Jum’at sore begitu sampai di Jakarta.
Read the rest of this entry »
Saya menemukan puisi ini di kumpulan lipatan-lipatan portfolio Ammar saat ia duduk di kelas 2 yang saya bereskan kembali hari ini. Puisi yang dia buat untuk saya:
Ibuku
Ibuku sangat ramah, tapi kadang-kadang suka marah
Ibuku itu baik dan pintar masak-masak
Ibuku suka membaca buku untukku dan suka menggunting kuku
Ibuku suka bangun pagi
keesokan harinya ibu tidak bangun pagi karena terlalu lelah sekali
Ibuku suka menyuruhku mengerjakan pe er
tapi malahan aku bermain komputer
* terima kasih ya, Sayang……*
Kalau Anda seperti saya, perempuan mendekati 40 tahun, sudah menikah dan punya anak, jatuh cinta dan dijatuhi cinta (lagi), masih bolehkah? Berdosakah? Dianggap selingkuhkah?
Atau hanya orang muda saja yang belum menikah dan belum punya anak yang boleh jatuh cinta? Sehingga urusan jatuh cinta menjadi wajar, diterima, dibolehkan, selanjutnya diformalkan dan disahkan dalam bentuk pacaran, selanjutnya menikah, dan kemudian beranak pinak menghasilkan keturunan.
Ah, saya tidak mau pusing soal itu. Kenyataanya saya sedang ‘jatuh’ dan ‘dijatuhi’ cinta. Saya tidak tahu apakah ini benar-benar cinta atau hanya sekedar rasa suka. Saya tidak peduli dan mempersoalkannya karena rasa itu membahagiakan saya sekarang.
Entah kenapa saya melihat ’si cinta’ ini seperti kupu-kupu yang terbang dan hinggap kemana-mana dan dimana-mana. Indah, cantik, berwarna-warni, lincah, lembut, menenangkan, menyenangkan, dan membahagiakan. Begitu dia hinggap di diri kita, gambaran itu yang terasa.
Tapi saya juga berpikir jatuh cinta itu seperti ‘coca cola’. Dia bisa ‘jatuh’ dimana saja, kapan saja, kepada siapa saja. Ia menyegarkan sampai ke dasarnya, menimbulkan efek ‘penuh’ mengenyangkan tapi menyenangkan, rasanya ingin meneguk terus sambil merasakan sensasi gelembung-gelembungnya, walau kadang membuat sesak di dada. It’s so tempting, indeed…
Saya tidak bisa mengabaikan perasaan itu. Walaupun sebenarnya jatuh cinta atau tidak, toh saya tidak bisa dan tak akan kemana-kemana. I can’t and won’t go more further than I stand now. Saya hanya akan membiarkan rasa itu bersemayam diam-diam tenang di sudut terdalam bilik hati saya, tanpa harus mengganggu dan mengurangi cinta utuh bulat saya kepada ketiga lelaki saya…….
Kita sering dengar orang berkata “Allah menutup pintu yang satu, namun membuka pintu yang lain”, bila kita mendapat kemalangan atau kesulitan. Saya percaya Allah membuka semua pintu dan jendela-Nya, bahkan kisi-kisinya untuk mengalirkan kebahagiaan, kasih sayang, berkah, dan rezeki untuk kita umatnya.
Setelah termehek-mehek nggak jelas minggu lalu, saat saya merasa sedih sekali (mungkin juga karena pengaruh Pre-Menstruation Syndrome……), tak terduga saya mendapat kebahagiaan kecil hari ini.
Tadi siang saya mengambil sertifikat kelas kursus Web Design yang telah selesai saya ikuti beberapa bulan yang lalu. Tak terduga, saya tidak hanya mendapat sertifikat tapi juga nilai-nilai untuk beberapa materi penilaian, yaitu Web Design Fundamental, Advanced Web Design, Web Design Project and Lecture. Dan hebatnya saya dapat “A” semua..!! Total Indeks Prestasi saya 4.00 (empat koma nol nol).
Sudah lama saya tidak mendapat nilai akademik untuk sesuatu yang saya kerjakan. Terakhir ya zaman kuliah di UI Depok dulu, sekitar 18 tahun yang lalu. Jadi saat saya melihat saya mendapat nilai baik, surprise juga. Suatu keberhasilan kecil yang membahagiakan. Paling tidak saya bisa ‘memamerkan’ ke Nibras dan Ammar bahwa ibu mereka bisa dibanggakan, hehehhee….
Dan yang terutama, saya percaya Allah mengirim kebahagiaan ini buat saya lewat kisi-kisi-Nya…

Recent Comments