You are currently browsing the category archive for the 'cerita diri sendiri' category.

Rasanya sudah lama sekali saya tidak menulis, padahal kepala serasa sudah penuh dengan gumpalan-gumpalan hal yang ingin cepat-cepat dituangkan dalam tulisan. Saya tidak leluasa untuk menulis karena semata-mata urusan laptop semata wayang yang rusak webcamnya dan telkomsel flash yang bikin masalah terus-terusan (dan saya sudah muuuaaaalllleeesss untuk nulis disini…..:-( ), dan saya terlalu malas untuk ke warnet (saya harus ke Kemang untuk ke warnet yang enak dan nyaman), dan saya tidak enak harus nebeng laptop Abah untuk menulis segala ‘ceceremece’ saya secara si Abah tidak tahu kalau saya punya blog. hehehe…..Paling-paling saya hanya numpang ngecek Friendster, Facebook, dan Yahoo Mail di laptopnya Si Abah.

Akhirnya saya hanya menuangkan dalam bentuk draft di notepad atau di buku catatan saya. Semua hanya garis besarnya saja, belum sedetail-detailnya. Naaah….sebalnya pas saya bisa ol, kepala dan jari sedang tidak ‘tune-in’.

Akhirnya yaaa..ini dulu sajalah tulisan saya setelah hampir 3 minggu absen.

Kalau Anda seperti saya, perempuan mendekati 40 tahun, sudah menikah dan punya anak, jatuh cinta dan dijatuhi cinta (lagi), masih bolehkah? Berdosakah? Dianggap selingkuhkah?

Atau hanya orang muda saja yang belum menikah dan belum punya anak yang boleh jatuh cinta? Sehingga urusan jatuh cinta menjadi  wajar, diterima, dibolehkan, selanjutnya diformalkan dan disahkan dalam bentuk pacaran, selanjutnya menikah, dan kemudian beranak pinak menghasilkan keturunan.

Ah, saya tidak mau pusing soal itu. Kenyataanya saya sedang ‘jatuh’ dan ‘dijatuhi’ cinta. Saya tidak tahu apakah ini benar-benar cinta atau hanya sekedar rasa suka. Saya tidak peduli dan mempersoalkannya karena rasa itu membahagiakan saya sekarang.

Entah kenapa saya melihat ’si cinta’  ini seperti kupu-kupu yang terbang dan hinggap kemana-mana dan dimana-mana. Indah, cantik, berwarna-warni, lincah, lembut, menenangkan, menyenangkan, dan membahagiakan. Begitu dia hinggap di diri kita, gambaran itu yang terasa.

Tapi saya juga  berpikir jatuh cinta itu seperti ‘coca cola’. Dia bisa ‘jatuh’ dimana saja, kapan saja, kepada siapa saja. Ia menyegarkan sampai ke dasarnya, menimbulkan  efek ‘penuh’ mengenyangkan tapi menyenangkan, rasanya ingin meneguk terus sambil merasakan sensasi gelembung-gelembungnya, walau kadang membuat sesak di dada.  It’s so tempting, indeed…

Saya tidak bisa mengabaikan perasaan itu. Walaupun sebenarnya jatuh cinta atau tidak, toh saya tidak bisa dan tak akan kemana-kemana. I can’t and won’t go more further than I stand now. Saya hanya akan membiarkan rasa itu bersemayam diam-diam tenang di sudut terdalam bilik hati saya, tanpa harus mengganggu dan mengurangi cinta utuh bulat saya kepada ketiga lelaki saya…….

Kita sering dengar orang berkata “Allah menutup pintu yang satu, namun membuka pintu yang lain”, bila kita mendapat kemalangan atau kesulitan. Saya percaya Allah membuka semua pintu dan jendela-Nya, bahkan kisi-kisinya untuk mengalirkan kebahagiaan, kasih sayang, berkah, dan rezeki untuk kita umatnya.

Setelah termehek-mehek nggak jelas minggu lalu, saat saya merasa sedih sekali (mungkin juga karena pengaruh Pre-Menstruation Syndrome……), tak terduga saya mendapat kebahagiaan kecil hari ini.

Tadi siang saya mengambil sertifikat kelas kursus Web Design yang telah selesai saya ikuti beberapa bulan yang lalu. Tak terduga, saya tidak hanya mendapat sertifikat tapi juga nilai-nilai untuk beberapa materi penilaian, yaitu Web Design Fundamental, Advanced Web Design, Web Design Project and Lecture. Dan hebatnya saya dapat “A” semua..!! Total Indeks Prestasi saya 4.00 (empat koma nol nol).

Sudah lama saya tidak mendapat nilai akademik untuk sesuatu yang saya kerjakan. Terakhir ya zaman kuliah di UI Depok dulu, sekitar 18 tahun yang lalu. Jadi saat saya melihat saya mendapat nilai baik, surprise juga. Suatu keberhasilan kecil yang membahagiakan. Paling tidak saya bisa ‘memamerkan’ ke Nibras dan Ammar bahwa ibu mereka bisa dibanggakan, hehehhee….

Dan yang terutama, saya percaya Allah mengirim kebahagiaan ini buat saya lewat kisi-kisi-Nya…