Banyak situs-situs pertemanan di internet. Dari sekian banyak, saya memilih Friendster, Facebook, dan Tagged sebagai tempat saya menjalin hubungan dengan teman-teman saya. Awalnya saya mengikuti Friendster karena teman-teman kantor saya banyak menjadi anggota didalamnya. Selanjutnya saya ’sign in‘ dalam Facebook. Di situs ini, selain bertemu kembali dengan teman-teman eks-kantor, saya juga berhasil menemukan kembali teman SD yang sudah sekian lama berpisah. Terakhir, baru-baru ini saya menjadi anggota pertemanan Tagged karena undangan seorang teman, dan ternyata responsnya luar biasa (maksudnya banyak yang tertarik ingin berteman dengan saya, hehehehe…).
Saya sih senang-senang aja mengikuti situs-situs ini dan tidak mau terlalu serius menghadapinya walaupun saya kerap menerima pesan-pesan ‘ajaib’. Saya sudah cukup senang bisa menambah teman, walaupun hanya teman virtual yang saya tak kenal secara fisik.
Ada satu hal kebiasaan yang saya lakukan setiap membuka situs-situs ini, terutama situs Friendster dan Facebook. Saya paling senang memperhatikan status teman-teman saya. Pada umumnya teman-teman saya termasuk rajin ‘mengupdate‘ status mereka. Dengan memperhatikan status mereka satu-satu, saya bisa menerka-nerka suasana hati mereka pada hari itu. Lucu, menyenangkan, dan manusiawi sekali.
Saya bisa tahu bila seorang teman yang bekerja di offshore begitu kangen dengan bidadari-bidadari ciliknya dan tak sabar ingin bertemu, atau seorang teman yang mengeluh terjebak macet, atau teman yang lain yang selalu menulis menu dan tempat dia makan siang sampai saya kadang-kadang ‘ngiler’ membacanya, atau teman yang lain yang cukup menulis “hadir” untuk menandakan kehadirannya di Facebook.
Saya merasakan ada untaian tipis tak kasat mata yang menghubungkan saya dan teman-teman lewat ungkapan-ungkapan pendek dan sederhana yang ditulis mereka. Saya merasakan hangat kehadiran mereka melalui tulisan-tulisan ringan mereka. Dari situ, kadang hati saya tergerak untuk berkomentar sebagai bentuk simpati dan empati, atau sekedar meramaikan obrolan-obrolan ringan yang tersaji disitu.
Pola interaksi manusia memang sudah berubah. Tapi inilah sisi lain kehidupan di masa sekarang. Sentuhan pribadi, pertemuan muka, kontak langsung semakin jarang terjadi. Memang sangat artifisial, di permukaan, seolah tidak ada kedalaman. ya…tapi apa boleh buat. Pandai-pandailah kita untuk mencari celah kecil bahagia, dan kita bisa temukan di situs-situs pertemanan ini. Memang begitu adanya, Kita nikmati saja…..

2 comments
Comments feed for this article
September 12, 2009 at 5:54 pm
Atyd
Sepanjang ga terbuai ya ga apa2 c…
Hihihihi………
September 12, 2009 at 5:55 pm
Atyd
Asal ga terbuai deh….