Saya ingin berbagi sedikit mengenai terapi HypnoParenting. Pengetahuan mengenai terapi HypnoParenting ini saya dapatkan dari seminar yang diselenggarakan oleh SHIPA, organisasi orang tua murid di sekolah tempat anak-anak saya belajar, bekerja sama dengan ‘Diamond In You’ Hypnotherapy Center pada 23 Agustus yang lalu. Apa yang saya sampaikan disini hanyalah pengetahuan umum yang saya serap selama saya mengikuti seminar ini. Bila ada yang berminat ingin tahu lebih banyak, Anda dapat menghubungi saya untuk informasi alamat penyelenggara (saya tidak bermaksud promosi, semata-mata hanya ingin membantu mereka yang memerlukan).
Terapi HypnoParenting sebenarnya adalah cara komunikasi orang tua dengan anak, dimana orang tua menempatkan diri mereka seperti anak-anak (childlike) yang selalu ingin belajar, membuka mata dan telinga sehingga mereka bisa memahami dan menyelami pikiran anak-anak. Orang tua sebagai pihak yang mempunyai pengalaman dan pengetahuan hidup lebih banyak menurunkan level ‘ke-orangtua-an’nya (aaduuh…apa ya bahasa yang tepat…?) dan menumbuhkan empati untuk bisa memahami dan mengerti pikiran anak-anak yang mempunyai pengalaman hidup lebih sedikit.
Hypnosis sendiri sebenarnya adalah kekuatan kata-kata dan ide-ide yang disampaikan dengan intensif ke alam bawah sadar seseorang secara langsung. Hypnosis ini disampaikan ke orang lain tanpa paksaan atau free will, hanya bila yang bersangkutan mau. Melalui HypnoParenting orang tua memasukkan dan menanamkan pikiran-pikiran dan ide-ide baik dan positif ke alam bawah sadar (sub-conscious) anak-anak pada saat mereka berada dalam suasana sugestif (tahap alpha), yaitu saat mereka merasa rileks dan hanya fokus pada satu hal saja. Saat alpha ini misalnya pada saat mereka mau tidur.
Perlu diingat pada saat orang tua melakukan terapi HypnoParenting ini pastikan jangan menggunakan kata-kata negatif seperti “jangan”, “tidak boleh”, “tidak” dan semacamnya karena anak akan cenderung melakukan penolakan.
Sebagai informasi, manusia hanya menggunakan 12% dari keseluruhan potensi pikirannya melalui alam sadarnya (conscious mind), sementara selebihnya 88% potensi pikiran berada di alam bawah sadar (sub-conscious mind) masih bersembunyi dan belum digunakan secara optimal.
Alam bawah sadar ini mencakup memory bank (semua peristiwa/kejadian yang pernah terjadi dahulu sampai saat ini yang tersimpan dalam ingatan kita), belief system (suatu program dimana ada bentuk kepercayaan yang kita pegang setiap hari sehingga menjadi realitas dalam kehidupan kita sehari-hari), self image (cara kita menilai diri sendiri yang mempengaruhi cara orang lain melihat kita), dan habit (prilaku yang dilakukan terus-menerus).
Terakhir, dalam menerapkan terapi hypnoparenting ini kita harus memahami pula bagaimana tipe kepribadian anak kita, apakah tipe visual, tipe auditory, atau tipe kinestetik.
(Saya terbuka untuk tambahan informasi bila ada pembaca yang lebih memahami terapi Hypnoparenting ini. Silakan melengkapi bahasan ini. Terima kasih).

No comments yet
Comments feed for this article