You are currently browsing the monthly archive for August 2008.
Kemarin saya hadir dalam acara intern kelas anak-anak saya, yaitu Tumpeng Festival 2008-2009. Acara ini diselenggarakan tiap tahun untuk kelas 4-5 dalam rangka memperingati Hari Kemerdekaan 17 Agustus. Anak-anak dalam satu kelas yang dibagi dalam 4 kelompok (5-6 anak), diharuskan menghias tumpeng yang bahan-bahannya dibawa dari rumah. Total ada 24 kelompok dari 7 kelas yang ikut serta dalam acara Tumpeng Festival ini.
Setiap anak mendapat daftar barang-barang apa yang harus dibawa, misalnya membawa nasi kuning, ayam goreng, urap, lap, piring, sendok, softdrink, kerupuk, dll sampai garnish seperti ketimun, daun selada, cabe hiasan, tomat, dll. Nibras kebagian tugas membawa ikan asin goreng, cetakan tumpeng, perkedel, dan cabe hias. Sementara Ammar harus membawa dadar telur iris, ikan asin goreng, dan bawang goreng. Dibantu si mbak di rumah, saya menyiapkan keperluan yang mereka harus bawa, termasuk memberi bonus tomat hias yang saya buat khusus. Ini gambarnya..
Any comment..?????
Saya menemukan puisi ini di kumpulan lipatan-lipatan portfolio Ammar saat ia duduk di kelas 2 yang saya bereskan kembali hari ini. Puisi yang dia buat untuk saya:
Ibuku
Ibuku sangat ramah, tapi kadang-kadang suka marah
Ibuku itu baik dan pintar masak-masak
Ibuku suka membaca buku untukku dan suka menggunting kuku
Ibuku suka bangun pagi
keesokan harinya ibu tidak bangun pagi karena terlalu lelah sekali
Ibuku suka menyuruhku mengerjakan pe er
tapi malahan aku bermain komputer
* terima kasih ya, Sayang……*
Kalau Anda seperti saya, perempuan mendekati 40 tahun, sudah menikah dan punya anak, jatuh cinta dan dijatuhi cinta (lagi), masih bolehkah? Berdosakah? Dianggap selingkuhkah?
Atau hanya orang muda saja yang belum menikah dan belum punya anak yang boleh jatuh cinta? Sehingga urusan jatuh cinta menjadi wajar, diterima, dibolehkan, selanjutnya diformalkan dan disahkan dalam bentuk pacaran, selanjutnya menikah, dan kemudian beranak pinak menghasilkan keturunan.
Ah, saya tidak mau pusing soal itu. Kenyataanya saya sedang ‘jatuh’ dan ‘dijatuhi’ cinta. Saya tidak tahu apakah ini benar-benar cinta atau hanya sekedar rasa suka. Saya tidak peduli dan mempersoalkannya karena rasa itu membahagiakan saya sekarang.
Entah kenapa saya melihat ’si cinta’ ini seperti kupu-kupu yang terbang dan hinggap kemana-mana dan dimana-mana. Indah, cantik, berwarna-warni, lincah, lembut, menenangkan, menyenangkan, dan membahagiakan. Begitu dia hinggap di diri kita, gambaran itu yang terasa.
Tapi saya juga berpikir jatuh cinta itu seperti ‘coca cola’. Dia bisa ‘jatuh’ dimana saja, kapan saja, kepada siapa saja. Ia menyegarkan sampai ke dasarnya, menimbulkan efek ‘penuh’ mengenyangkan tapi menyenangkan, rasanya ingin meneguk terus sambil merasakan sensasi gelembung-gelembungnya, walau kadang membuat sesak di dada. It’s so tempting, indeed…
Saya tidak bisa mengabaikan perasaan itu. Walaupun sebenarnya jatuh cinta atau tidak, toh saya tidak bisa dan tak akan kemana-kemana. I can’t and won’t go more further than I stand now. Saya hanya akan membiarkan rasa itu bersemayam diam-diam tenang di sudut terdalam bilik hati saya, tanpa harus mengganggu dan mengurangi cinta utuh bulat saya kepada ketiga lelaki saya…….
Sayang, saya mencoba memberimu pemikiran dan pendapat saya. Belum tentu benar, tapi belum tentu salah juga. Pada akhirnya semua kembali ke dirimu yang menjalankan. Saya tidak mau dan tidak akan memberi label apapun terhadapmu. Saya tahu semua orang pasti akan berteriak secepat angin dan sekeras geledek label apa yang akan mereka lekatkan kepadamu. Sama cepatnya bila mereka diminta memberi penilaian benar atau salah atas apa yang kamu lakukan. Saya tidak akan membebanimu lagi dengan hal ini.
Sayang, saya mengerti bahwa laki-lakimu itu adalah laki-laki dari negeri impian. Dia yang sedang berada di puncak segalanya, yang mulai mencari-mencari tantangan dan kebahagiaan lain yang beda, yang bisa membangkitkan dan menghangatkan kembali aliran-aliran adrenalin yang sempat mengendap lama. Dia yang memerlukan percikan-percikan baru bagi hidupnya yang sudah stabil dan aman.
Dia hanya perlu appetizer dan dessert, atau mungkin sekedar pickles. Dia tak mau main course. Intinya dia menjalin hubungan ini hanya untuk selingan, bukan untuk dibuat serius. Jangan berharap terlalu banyak pada dia. Dia hanya ingin bersenang-senang. Dia tidak ingin menambatkan hatinya padamu, pun dia tidak mau menjadi tambatan hatimu. Dia tidak mau diatur olehmu, bahkan oleh harapan dan impianmu yang belum terwujud sama sekali. Dia ingin bebas dan melakukan apa yang dia mau, tanpa harus repot bertoleransi dan memahami perasaanmu.
Hari Minggu kemarin saya dan ketiga laki-laki saya (abah, nibras, dan ammar) berolah raga pagi di Kebun Binatang Ragunan. Kami berangkat dari rumah sekitar pukul 06.20, melewati gang-gang kecil bak labirin, tak sampai 30 menit kami sudah tiba di sana. Seperti yang sudah-sudah, pelataran luar KB Ragunan sudah diramaikan oleh pedagang dan pengunjung yang datang. Dan seperti yang sudah-sudah juga, saya dan abah pasti misuh-misuh melihat kondisi pelataran KB Ragunan yang kotor penuh sampah dan tumpahan dan muntahan makanan segala rupa.
Kami memilih berjalan di dalam area KB Ragunan karena masih relatif sepi. Untuk sepagi ini pengunjung yang datang bisa dihitung dengan jari, kebanyakan adalah orang-orang yang berjogging atau berjalan pagi seperti kami. Kami selalu memilih rute terluar yang melingkari kebun binatang. Kami lebih banyak melewati wilayah berpohon, hutan kecil, rumput, dan danau daripada melewati kandang-kandang binatang disana.
Kita sering dengar orang berkata “Allah menutup pintu yang satu, namun membuka pintu yang lain”, bila kita mendapat kemalangan atau kesulitan. Saya percaya Allah membuka semua pintu dan jendela-Nya, bahkan kisi-kisinya untuk mengalirkan kebahagiaan, kasih sayang, berkah, dan rezeki untuk kita umatnya.
Setelah termehek-mehek nggak jelas minggu lalu, saat saya merasa sedih sekali (mungkin juga karena pengaruh Pre-Menstruation Syndrome……), tak terduga saya mendapat kebahagiaan kecil hari ini.
Tadi siang saya mengambil sertifikat kelas kursus Web Design yang telah selesai saya ikuti beberapa bulan yang lalu. Tak terduga, saya tidak hanya mendapat sertifikat tapi juga nilai-nilai untuk beberapa materi penilaian, yaitu Web Design Fundamental, Advanced Web Design, Web Design Project and Lecture. Dan hebatnya saya dapat “A” semua..!! Total Indeks Prestasi saya 4.00 (empat koma nol nol).
Sudah lama saya tidak mendapat nilai akademik untuk sesuatu yang saya kerjakan. Terakhir ya zaman kuliah di UI Depok dulu, sekitar 18 tahun yang lalu. Jadi saat saya melihat saya mendapat nilai baik, surprise juga. Suatu keberhasilan kecil yang membahagiakan. Paling tidak saya bisa ‘memamerkan’ ke Nibras dan Ammar bahwa ibu mereka bisa dibanggakan, hehehhee….
Dan yang terutama, saya percaya Allah mengirim kebahagiaan ini buat saya lewat kisi-kisi-Nya…






Recent Comments